Aktivitas

Newsroom

Newsroom



INDONESIA ECONOMIC AND MARKET OUTLOOK 2017

on 1/19/2017 2:28:19 PM by Phillip Securities Indonesia

Situasi perekonomian dan pasar modal untuk tahun 2017 masih akan digerakkan beberapa faktor, antara lain dari pengaruh ekonomi global dan kondisi makro ekonomi serta politik Indonesia.

Dari sentimen global, perlambatan ekonomi global diproyeksikan akan tetap menjadi ancaman, sehingga Indonesia tidak bisa berharap banyak dari ekspor untuk menopang pertumbuhan ekonomi tahun 2017. Selain itu kita juga menantikan arah dari kebijakan-kebijakan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, yang akan mempengaruhi langkah The Fed dalam menentukan tingkat suku bunganya. Sedikit titik cerah datang dari harga komoditas, terutama komoditas berbasis energi yang diperkirakan mengalami perbaikan pada tahun depan. Hal ini dilihat dari pergerakan harga minyak mentah dan batubara yang menguat di penghujung tahun 2016.

Sementara dari dalam negeri, perhatian akan lebih tertuju pada kebijakan fiskal pemerintah dalam mengawal pertumbuhan ekonomi agar tetap terjaga berada di atas level 5%. Setelah ruang untuk manuver di kebijakan moneter menyempit akibat dibayangi oleh rencana kenaikan suku bunga The Fed yang akan dilakukan bertahap pada tahun depan. Tak ketinggalan pula suasana politik dan keamanan yang menghangat jelang pelaksanaan pilkada serentak pada bulan Februari 2017 yang diharapkan tidak mengganggu fokus pemerintah dalam menghadapi tantangan di bidang ekonomi.

Untuk target IHSG tahun 2017, kami membaginya menjadi dua skenario. Skenario pertama adalah upside dengan target IHSG di kisaran 6,400 dengan asumsi EPS mampu tumbuh sebesar 12% dengan forward P/E di 16.7x. Beberapa asumsi untuk skenario pertama antara lain: harga komoditas terus merangkak naik, tingkat defisit APBN terjaga, pertumbuhan GDP yang berada di atas target APBN 2017 yang berada di level 5.1%, dan arus dana keluar sebagai imbas kenaikan suku bunga The Fed hanya bersifat sementara.

Skenario kedua adalah downside dengan target IHSG berada di kisaran 4,900 dengan asumsi pertumbuhan EPS hanya sebesar 4% dan forward P/E di 13.7x. Beberapa asumsi untuk skenario kedua antara lain: harga komoditas energi tetap rendah sehingga tidak mampu mengangkat nilai ekspor Indonesia, pembangunan infrastruktur yang tersendat akibat pemangkasan anggaran, pertumbuhan GDP yang di bawah ekspektasi, defisit APBN yang semakin melebar dan serta arus dana asing keluar yang berlangsung lama. 

Mengingat adanya risiko volatilitas nilai tukar mata negara-negara emerging markets terhadap USD, investor sebaiknya waspada terhadap saham dari emiten yang memiliki tingkat hutang yang tinggi dalam USD, terutama emiten yang pendapatannya dalam IDR (tidak berorientasi ekspor). Sebaliknya untuk emiten-emiten yang penerimaannya dalam USD dapat menjadi pilihan seperti di sektor pertambangan dan perkebunan CPO, tentunya dipilih yang memiliki fundamental baik di sektornya.


(DOWNLOAD FULL REPORT INDONESIA ECONOMIC & MARKET OUTLOOK 2017)

OTHERS NEWSROOM

Talk to us. Talk to Phillip.

OPEN AN ACCOUNT or call (021) 57 900 900. Visit our Phillip Investor Centers, Your One-Stop Financial hub.

Background Image
Phillip Research

Anda tidak lagi harus sendiri saat membuat keputusan finansial.

Kami berkomitmen dalam menyediakan layanan finansial terbaik untuk para klien. Tim research Phillip membantu investor membuat keputusan investasi yang tepat.

Selengkapnya
Background Image
Jadwal Kegiatan

Pelajari dan perkaya ilmu investasi, daftar Seminar Sekarang!

Pelajari lebih jauh tentang investasi melalui berbagai dukungan Phillip pada edukasi seperti seminar, video tutorial, kursus dan webinars.

Selengkapnya
Phillip Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh:
 
OJK
 
Copyright © 2017 by Phillip Sekuritas Indonesia
All Rights Reserved